Ditulis pada tanggal 10 Maret 2018, oleh admin, pada kategori Berita

Delf1

 

Delf2

 

Delf4

 

DELF (Diplôme d’Études en Langue Française) merupakan tes internasional bahasa Prancis yang dielenggarakan oleh pemerintah Prancis. Tes ini diselenggarakan untuk mengukur kemampuan bahasa Prancis masyarakat yang mempunyai bahasa ibu non bahasa Prancis. Tes DELF mempunyai beberapa tingkatan, yaitu tingkat A1, A2, B1, B2, C1 dan C2. Tes DELF A1 merupakan tes bahasa Prancis paling dasar sedangkan C2 merupakan tes bahasa Prancis paling tinggi tingkatannya.

Tes DELF biasanya dilaksanakan setahun 3 kali, yaitu sekitar bulan Maret, Juni dan November. Syarat untuk mengikuti tes ini secara umum adalah mengisi formulir pendaftaran, membawa foto kopi KTP dan membayar biaya pendaftaran. Keistimewaan tes DELF ini adalah ijazahnya berlaku seumur hidup.

Pelaksanaan tes DELF serentak diselenggarakan di seluruh dunia dengan penunjukan beberapa tempat pelaksanaan tes. Ada beberapa tempat di Indonesia yang ditunjuk sebagai penyelenggara ujian bahasa Prancis internasional DELF. Penunjukan tempat-tempat tertentu sebagai penyelenggara tes DELF ini dengan pertimbangan kelayakan fasilitas tes, misalnya adanya laboratorium bahasa yang sesuai standart dan lain-lain. Untuk wilayah Jawa Timur, tempat yang ditunjuk sebagai penyelenggara tes DELF, yaitu IFI Surabaya, Jombang, dan di Malang yaitu di SMA 1 Malang. SMA 1 Malang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara tes DELF di Malang karena mempunyai laboratorium bahasa yang dinilai sesuai standart untuk pelaksanaan tes.

Senin sampai dengan Rabu tanggal 5-8 Maret 2018, pemerintah Prancis pun menyelenggarakan ujian bahasa Prancis internasional serentak di seluruh negara termasuk di Indonesia, termasuk juga di Jawa Timur, misalnya di SMA 1 Malang. Siswa, mahasiswa maupun pihak umum yang berdomisili di Malang dan ingin mengikuti ujian bahasa Prancis internasional DELF dapat mengikuti tes ini di tempat terdekat yaitu SMA 1 Malang.

Mahasiswa Universitas Brawijaya baik dari Prodi Bahasa dan Sastra Prancis maupun dari fakultas lain pun banyak yang mengikuti tes DELF ini di SMA 1 Malang. Tes ini terdiri atas 4 kompetensi yaitu compréhension orale (menyimak), compréhension écrite (membaca), production écrite (menulis) dan production orale (berbicara). Pelaksanaan tes DELF ini terbagi atas 2 sesi. Sesi 1 adalah ujian compréhension orale (menyimak), compréhension écrite (membaca), production écrite (menulis) yang biasanya diatur oleh pihak tempat penyelenggara. Sesi 2 adalah ujian production orale (berbicara) yang biasanya mengundang penguji dari guru-guru serta dosen bahasa Prancis termasuk dosen-dosen dari Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universita Brawijaya. Untuk sesi Maret 2018 ini, pengajar dari Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universita Brawijaya yang turut menguji ujian lisan DELF ini adalah Ibu Dr. Roosi Rusmawati, M.Si. (tingkat A1 dan A2) dan Ria Yuliati, M.A. (tingkat A2).

Peserta yang mengikuti tes DELF di SMA 1 Malang ini cukup banyak termasuk mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universitas Brawijaya. Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universitas Brawijaya banyak yang mengikuti tes ini khususnya tingkat B1 karena ijazah DELF B1 merupakan syarat untuk mengikuti ujian skripsi serta untuk keperluan studi lanjut maupun keperluan kerja di masa mendatang. Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universitas Brawijaya yang mengikuti tes DELF sesi Maret 2018 di SMA 1 Malang berjumlah 19 orang yang terdiri atas peserta tes DELF tingkat A1, A2, B1 dan B2.

Salah seorang peserta ujian DELF B2 yang merupakan mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB Universita Brawijaya bernama Veronika Dewi Purwanti menyatakan ”Menurut saya, DELF cukup penting khususnya bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Prancis ataupun negara-negara francophone. Test ini penting untuk mengukur kemampuan bahasa Prancis kita”. Vero juga menambahkan ”Dengan memiliki kemampuan berbahasa Prancis, kita dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang yang menggunakan bahasa Prancis, berbudaya Prancis, termasuk dengan orang-orang dari negara francophone”.

Mengingat pentingnya tes bahasa Prancis internasional (DELF) ini, harapan kita semoga ke depan FIB Universitas Brawijaya dapat turut serta berpartisipasi menjadi tempat penyelenggara tes DELF. Hal ini mengingat banyaknya mahasiswa Universitas Brawijaya yang berminat mengikuti tes ini terutama mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Prancis, baik dikarenakan untuk keperluan syarat skripsi, keperluan studi lanjut, keperluan kerja, maupun untuk peningkatan penguasaan bahasa Prancis.