Ditulis pada tanggal 26 April 2019, oleh hima Bastraprancis, pada kategori Berita, Kegiatan

Pada hari Jumat 12 April 2019, telah dilaksanakan “PARFAIT 2019” Perfomance de l’art dans la nuit atau Pertunjukan Seni di Malam Hari oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya—Universitas Brawijaya. Acara ini merupakan program kerja tahunan terbesar dari Departmen Minat dan Bakat CÉF atau Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis.   Seperti tahun – tahun sebelumnya acara PARFAIT selalu diadakan di Teras Budaya FIB dan dihadiri oleh banyak mahasiswa tidak hanya dari Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis tapi juga mahasiswa diluar program studi bahasa dan sastra Prancis. Tahun ini PARFAIT mengangkat tema Maghribian/Moroccan style. Acara dimulai pukul 19.00 WIB, dipandu oleh dua MC yang berasal dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis sendiri yakni, Nuzulazzmi dan Odilia Dewi. Acara diawali dengan sambutan ketua pelaksana, Almira Widya, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis (Muhammad Alif Afrizal) dan terakhir sambutan dari Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis, Madame Rosana Hariyanti, M.A.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari guest star ‘Antrokustik’ dan ‘Sidra, Pipsy, dan Angga’. Kedua guest star ini menyanyikan beberapa lagu – lagu yang disambut meriah oleh penonton. Masuk ke acara inti PARFAIT yakni penampilan teater musikal oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis, dengan judul teater La Nuit Sacrée (malam sakral) yang berkisahkan tentang seorang anak perempuan yang lahir dengan nama Zahra, yang dibesarkan sebagai laki – laki  bernama Ahmed dikarenakan sang Ayah yang sangat menginginkan anak laki – laki. Hidup yang dijalanin Zahra/Ahmed tidaklah mudah karena saat dewasa ia mempertanyakan jati dirinya, siapakah dia sebenarnya? laki – laki atau perempuan? Dengan sifat sang Ayah yang keras terlalu memaksakan Zahra untuk menjadi laki – laki dan ketiga kakak Perempuan Ahmed yang membuat Ahmed yakin bahwa dia itu juga seorang Perempuan. Pada akhirnya, Ahmed meyakinkan dirinya bahwa dialah seorang Perempuan bernama Zahra.

Teater dibuka dengan adegan tari yang dibawakan oleh Kanaya Aurelli dan Gazarasta. Selama penampilan teater, penonton banyak sekali yang antusias menunggu kelanjutan adegan yang akan diperankan oleh para pemain teater. Semua penampilan drama musikal ini menggunakan bahasa Prancis, dimana para pemain membutuhkan waktu satu setengah bulan untuk melatih semua adegan drama ini. Puncak dari teater ini sempat memancing ketegangan penonton, saat pemeran utama yakni, Ahmed dipotong rambut aslinya dihadapan semua penonton.

Para pemain teater semua berasal dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis, dengan Emira Salsabila sebagai Ahmed/Zahra, Ibriza Ifhami sebagai Ayah, Pebryanti Melia sebagai Ibu, Octaviani Rahayu sebagai Kakak Perempuan Pertama, Inetta Claudya sebagai Kakak Perempuan II dan Fazria Widiasmara sebagai Kakak Perempuan III.

Acara ditutup dengan wawancara Sutradara tentang penampilan teater yang telah ditampilkan. Pada acara ini juga dibuka beberapa tenant makanan dan minuman, dan photobooth bagi yang ingin menikmati berbagai sajian kuliner yang ada maupun yang ingin berfoto ria. Acara ini sendiri diakhiri pada  pukul 22.30 WIB.

    parfait1parfait5parfait2parfait4