Ditulis pada tanggal 23 Februari 2019, oleh hima Bastraprancis, pada kategori Berita, Kegiatan

Institut Français d’Indonesie (IFI) kembali berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) pada Kamis (21/2/2019). Setelah sebelumnya pada September 2018 silam, kunjungan kali ini tidak hanya dari IFI Surabaya namun juga dari IFI Jakarta. Mereka adalah Philippe Grangé, Atase Kerja Sama Linguistik Bahasa Prancis IFI Jakarta; Benoit Bavouset, Direktur IFI Surabaya; didampingi oleh dua orang staff IFI yang salah satunya adalah Rosa Karenina lulusan Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra (Bastra) Prancis FIB UB tahun 2007.

Kunjungan ini diterima oleh Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA., Dekan FIB UB; Hamamah, M.Pd., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB; Sahiruddin, M.A, Ph.D., Kepala Jurusan Bastra FIB UB; dan Rosana Hariyanti, M.A., Kaprodi Bastra Prancis FIB UB. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri dan menganalisa kebutuhan Prodi Bastra Prancis FIB UB agar IFI dapat mendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih baik dan meningkatkan semangat mahasiswa.

“Kami temukan ternyata yang kerja di perusahaan-perusahaan Prancis di Indonesia kebanyakan adalah lulusan Prodi Bastra Prancis FIB UB”, kata Benoit Bavouset. Untuk itulah IFI berkeinginan untuk mendukung Prodi Bastra Prancis FIB UB menjadi lebih baik.

Dekan FIB UB dan jajaran pimpinan lainnya menyambut niat baik tersebut. Diskusi dilaksanakan di ruang Dekan dengan membahas berbagai hal antara lain tentang diperlukannya penutur asing (bahasa Prancis) di FIB UB, penelitian dan publikasi bersama, penawaran pelatihan bagi dosen untuk bahasa Prancis bidang pariwisata, dan evaluasi kurikulum. Dekan FIB UB menambahkan bahwa ada program 3 in 1 di UB, dan IFI bisa membantu mengisi acara tersebut terutama yang berkaitan dengan Prodi Bastra Prancis.

Kebutuhan akan penutur asing Bahasa Prancis di FIB UB juga sangat mendesak, namun IFI belum dapat memenuhi hal tersebut dalam waktu dekat ini. “IFI hanya memiliki 8 orang native speaker dan kami harus menyebarkannya ke seluruh Indonesia, sedangkan Prodi Bahasa Prancis ada 14 di universitas seluruh Indonesia. Tujuan kami ke depan dapat memenuhi kebutuhan adanya native speaker untuk semua Prodi Bahasa Prancis di Indonesia”, ungkap Philippe Grangé. “Untuk sementara mungkin kebutuhan akan native speaker dapat disiasati dengan menerima mahasiswa Prancis untuk magang di FIB UB, karena mahasiswa Prancis juga membutuhkan magang ke luar negeri”, sambungnya.

Dalam diskusi tersebut, Philippe Grangé juga menyampaikan beberapa hal antara lain (1) untuk evaluasi kurikulum belum bdapat dilaksanakan dalam waktu dekat, namun bisa bekerja sama dengan Association des Professeurs de Français d’Indonésie (APFI) atau Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia (PPPSI) untuk penyetaraan kurikulum; (2) Tahun ini IFI akan mengadakan pelatihan untuk dosen tentang bahasa Prancis pariwisata oleh tenaga ahli bahasa Prancis terjemahan yang diadakan di 3 kota besar di Indonesia; (3) Selain itu juga akan diadakan lokakarya terjemahan bahasa Indonesia – bahasa Prancis dan bahasa Prancis – bahasa Indonesia, bekerjasama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) yang diadakan di Jakarta; (4) Pada bulan Juli mendatang akan ada pelatihan di Prancis dan akomodasi ditanggung oleh penyelenggara.

IFI juga menyampaikan bahwa mereka bersedia membantu dosen Prodi Bastra Prancis FIB UB yang ingin studi lanjut ke Prancis untuk menyalurkan aplikasinya ke universitas yang dituju. Para dosen bisa memanfaatkan beasiswa dari Kemenristekdikti yang selalu ada setiap tahun.

Setelah berdiskusi dengan Dekanat dan jajaran pimpinan lainnya, rombongan IFI mengadakan dialog dengan mahasiswa dan dosen Prodi Bastra Prancis FIB UB. Pada forum dialog ini mereka membahas tentang pentingnya menguasai bahasa Prancis, karena banyak perusahaan Prancis di Indonesia yang membutuhkan kurang lebih 200 tenaga kerja yang mampu berbahasa Prancis. Mereka juga mempromosikan Ujian DELF yang diadakan pada Maret 2019 mendatang. (DT/MSH/PSIK FIB)