Ditulis pada tanggal 16 September 2020, oleh admin, pada kategori Berita

Dr. Roosi Rusmawati, M.Si. dan Eri Susanto, M.Hum., yang merupakan dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) bersama Drs. Tarsono dari Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya menerbitkan buku berjudul ‘Pola dan Latihan Konjugasi’”. Buku ini dapat dibeli dilaman toko buku UB Press, Tokopedia, dan juga Bukalapak mulai Senin (9/9/2020).

Penulisan buku bermula dari pengamatan Roosi, Eri, dan Tarsono saat menguji DELF (The Diplôme d’études en Langue Française) atau ujian sertifikasi kemampuan berbahasa Prancis. Mereka mengamati banyak peserta ujian termasuk mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UB yang tidak dapat mengungkapkan gagasannya dengan baik karena kurangnya penguasaan konjugasi verba dan hal-hal yang terkait dengan konjugasi verba.

Konjugasi verba sendiri adalah bagian dari tata bahasa Prancis yang dianggap sebagai sesuatu yang rumit oleh banyak pelajar Bahasa Prancis. Karenanya, ketiganya memutuskan untuk membuat buku yang dapat membantu pelajar Bahasa Prancis agar dapat lebih menguasai konjugasi verba. Proses penulisan dimulai di bulan Februari saat Roosi dan rekan-rekan mengajukan proposal ke PHK (Program Hibah Kompetisi) Ketahanan Buku – UB Press. Kemudian, proses penulisan naskah final selesai pada akhir Juni, sebelum akhirnya dicetak.

Dalam buku ‘Pola dan Latihan Konjugasi’ terdapat pemaparan istilah-istilah yang berkaitan dengan konjugasi, pola konjugasi, penjelasan dan latihan konjugasi dari tingkat A1 sampai B2, hingga tips belajar konjugasi. Buku ini nantinya tidak hanya dapat digunakan sebagai referensi pendukung bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis tetapi juga pelajar di tingkat SLTA dan lembaga kursus.

“Buku ini bisa dipakai oleh para pemelajar bahasa Prancis dari tingkat dasar (Tingkat A1) sampai tingkat mahir (Tingkat B2)”, ujar Roosi.

Roosi berharap agar dengan buku ini penguasaan pelajar Bahasa Prancis terhadap konjugasi verba menjadi lebih baik, yang kemudian berujung pada membaiknya kemampuan pelajar untuk mengungkapkan gagasan mereka, sehingga saat berkomunikasi dengan penutur bahasa Prancis tidak akan timbul kesalahpahaman. [AVR/DTS/MSH/Humas FIB]